Minggu, 16 Desember 2012

Membangun Kamar Mandi yang Nyaman

Ketika membangun atau mendesain kamar mandi, hal paling penting yang harus diperhatikan adalah jaminan atas privasi pengguna kamar mandi. Namun, adakalanya untuk menjaga privasi itulah terkadang kita lupa memperhatikan aspek kesehatan. Kamar mandi dibuat tertutup sehingga cahaya alami tidak bisa masuk, bahkan sirkulasi udarapun tidak ada. Akibatnya tentu kamar mandi akan lembab dan pengap. Sebenarnya, kamar mandi tidak harus dibuat tertutup, bisa saja kita pasang jendela dengan kaca buram (misalnya jenis sandblast dan kaca es). Dengan cara seperti ini, cahaya bisa tetap masuk dan privasi pun tak terganggu. Sementara untuk sirkulasi udara kita bisa buat ventilasi di atas kaca jendela (misalnya dengan menyediakan lubang kecil selebar 5 cm tepat di bawah plafon).

Permasalahan lain muncul ketika tidak memungkinkannya kita untuk memasang jendela dan ventilasi. Hal itu bisa diatasi dengan penggunaan exhaust fan sebagai penyedot udara pengap di kamar mandi.

Selain masalah privasi, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam membangun atau mendesain kamar mandi, antara lain:

- Kesehatan
Kesehatan kamar mandi sangat penting untuk diperhatikan. Selain sirkulasi cahaya dan udara sebagaimana tersebut di atas, kebersihan kamar mandi juga harus kita jaga. Untuk itu, dalam pemilihan bahan atau material, terutama lantai dan dinding usahakan terbuat dari bahan kedap air. Dengan demikian, kamar mandi akan dapat dengan mudah dibersihkan.

- Kenyamanan
Untuk menciptakan kamar mandi yang nyaman, dalam pemilihan warna, usahakan menggunakan warna-warna cerah. Apabila kamar mandi menggunakan warna gelap, kotoran yang melekat tidak tampak. Hal inilah yang akan membuat keadaan kamar mandi tidak sehat dan tidak nyaman.

- Keamanan
Untuk menjaga keamanan kamar mandi, lantai maupun bak air harus menggunakan material yang tidak licin. Semua material yang ada didalam kamar mandi, harus berkualitas dan kokoh, termasuk baik pemasangannya. Misalnya : pemasangan wastafel atau rak bahkan cermin harus benar dan kokoh agar aman.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, kamar mandi yang akan dibangun atau didesain, nantinya dapat memenuhi kebutuhan, serta mendukung penampilan kamar mandi menjadi lebih nyaman untuk digunakan dan bersuasana menarik dengan segala bentuk dan atributnya.
diposkan oleh: Admin
artikel Membangun Kamar Mandi yang Nyaman dibuat pada jam: 00.18

Rabu, 05 Desember 2012

Syarat Rumah Sehat

Fungsi rumah tidak sekedar sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan, tetapi yang lebih utama adalah sebagai sarana untuk membangun kehidupan keluarga yang sehat, aman dan sejahtera. Sebagai sarana untuk terwujudnya kehidupan keluarga yang sehat, aman dan sejahtera tersebut, maka rumah itu sendiri haruslah sehat, aman dan nyaman untuk ditempati.

Untuk mewujudkan suatu rumah yang sehat, haruslah diperhatikan beberapa aspek-aspek yang mempengaruhi dan menjadi ukuran sehat tidaknya sebuah rumah, aspek-aspek ini adalah sebagai berikut:
1. Adanya Sirkulasi udara yang baik.
2. Pencahayaan yang cukup.
3. Terpenuhinya kebutuhan air bersih.
4. Pengelolaan sampah / limbah rumah tangga yang baik agar tidak menimbulkan pencemaran.
5. Bagian-bagian bangunan seperti lantai dan dinding tidak lembab serta tidak terpengaruh pencemaran seperti bau yang kurang enak, rembesan air kotor maupun udara kotor.

Pemerintah telah mengeluarkan aturan baku mengenai syarat kesehatan Rumah tinggal melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 829/Menkes/SK/VII/1999 yang isinya sebagai berikut:

1. Bahan Bangunan
- Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan, antara lain sebagai berikut :
• Debu Total tidak lebih dari 150 µg m3
• Asbes bebas tidak melebihi 0,5 fiber/m3/4jam
• Timah hitam tidak melebihi 300 mg/kg
- Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme patogen.

2. Komponen dan penataan ruang rumah
- Lantai kedap air dan mudah dibersihkan.
- Di ruang tidur, ruang keluarga dilengkapi dengan sarana ventilasi untuk pengaturan sirkulasi udara.
- Di kamar mandi dan tempat cuci harus kedap air dan mudah dibersihkan.
- Langit-langit harus mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan.
- Bumbung rumah yang memiliki tinggi 10 meter atau lebih harus­ dilengkapi dengan penangkal petir.
- Ruang di dalam rumah harus ditata agar berfungsi sebagai ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, ruang tidur, ruang dapur, ruang mandi dan ruang bermain anak.
- Ruang dapur harus dilengkapi dengan sarana pembuangan asap.

3. Pencahayaan
Pencahayaan alami sinar matahari dan buatan, baik langsung atau tidak langsung dapat menerangi seluruh bagian ruangan. Untuk pencahayaan buatan (listrik) minimal intensitasnya 60 lux dan tidak menyilaukan.

4. Kualitas Udara
Kualitas udara di dalam rumah tidak melebihi ketentuan sebagai berikut:
· Suhu udara nyaman berkisar antara l8°C sampai 30°C
· Kelembaban udara berkisar antara 40% sampai 70%
· Konsentrasi gas SO2 tidak melebihi 0,10 ppm/24 jam
· Pertukaran udara
· Konsentrasi gas CO tidak melebihi 100 ppm/8jam
· Konsentrasi gas formaldehide tidak melebihi 120 mg/m3

5. Ventilasi
Fungsi utama dari ventilasi adalah untuk menjaga agar sirkulasi udara berjalan dengan baik sehingga keseimbangan oksigen yang diperlukan penghuni rumah dapat terjaga dengan baik. Kurangnya ventilasi akan menyebabkan tidak lancarnya sirkulasi udara sehingga akan membuat rumah menjadi pengap dan sesak. Luas ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% dari luas lantai.

6. Binatang penular penyakit.
Rumah akan sehat apabila rumah bebas dari masuk dan berkembangnya hewan sumber penyakit seperti tikus, serangga atau kecoa.

7. Air
- Tersedia air bersih dengan kapasitas minmal 60 lt/hari/orang.
- Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan air minum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

8. Tersediannya sarana penyimpanan makanan yang aman dan hygiene.

9. Limbah
- Limbah cair yang berasal dari rumah, tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari permukaan tanah.
- Limbah padat harus dikelola agar tidak menimbulkan bau, tidak menyebabkan pencemaran terhadap permukaan tanah dan air tanah.

10. Kepadatan
Luas ruang tidur minimal 8m2 dan tidak dianjurkan digunakan lebih dari dua orang tidur dalam satu ruang tidur, kecuali anak dibawah umur 5 tahun.

Adanya standar baku tentang syarat kesehatan rumah tinggal tersebut, apabila semuanya terpenuhi, maka pada akhirnya akan terpenuhi suatu kondisi rumah yang sehat dan layak untuk dihuni, kondisi itu antara lain:

1. Terpenuhinya kebutuhan fisiologis
Kebutuhan fisiologis mencakup suhu udara, pencahayaan/penerangan, sirkulasi udara dan isolasi udara.

2. Terpenuhinya kebutuhan psikologis
Kebutuhan fisiologis mencakup keadaan rumah dan sekitarnya, serta cara pengaturan yang sesuai dan memenuhi rasa keindahan (estetis), sosial (sebagai tempat berkomunikasi baik sesama anggota keluarga maupun tetangga) dan terjaganya privasi penghuni rumah.

3. Dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan dalam rumah tangga, misalnya konstruksi rumah dan bahan-bahan bangunan yang kuat sehingga tidak mudah ambruk, pengaturan komponen (perabot dan aksesoris) rumah agar tidak terjadi kebakaran atau kecelakaan pada anak, serta tersedianya peralatan penanggulangan terjadinya suatu kecelakaan seperti tersedianya alat pemadam api.

4. Dapat mencegah atau meminimalisir terjangkitnya penyakit pada penghuni rumah, yaitu dengan tercukupinya kebutuhan sumber air bersih, pengelolaan sanitasi yang baik (sampah / limbah rumah tangga serta saluran air dan pembuangan), terjaganya kebersihan sehingga mencegah berkembangbiaknya hewan sumber penyakit seperti nyamuk, lalat, tikus dan sebagainya.
diposkan oleh: Admin
artikel Syarat Rumah Sehat dibuat pada jam: 12.17

Jumat, 16 November 2012

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

gbr sampah
Berbicara masalah kesehatan rumah, tentu tidak bisa lepas dari permasalahan pengelolaan sampah. Dengan pengelolaan sampah yang baik dapat meminimalisir berkembangnya sumber penyakit dalam rumah.

Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan:

1. Melaksanakan prinsip 3 R (Reduce, Reuse, Recycle)
prinsip 3-R adalah konsep penanganan sampah dengan cara reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur-ulang sampah),

- “R” yang pertama “Reduce (mengurangi)
adalah memanfaatkan barang-barang yang ramah lingkungan,misalnya menggunakan tas atau kantong yang dibawa dari rumah ketika berbelanja. Ini dapat mengurangi bertambahnya sampah plastik/kantung kresek di rumah.

- “R” yang kedua ”Reuse” (menggunakan kembali)
yaitu memanfaatkan sesuatu barang selama barang itu layak digunakan, misalnya memilih menggunakan saputangan atau handuk kecil yang bisa dicuci kembali daripada menggunakan tisu yang sekali pakai langsung buang.

- “R” yang ketiga Recycle (mendaur-ulang sampah)
Yaitu mengolah kembali sampah sehingga menjadi barang lain yang bermanfaat, misalnya mengolah sampah organik menjadi kompos atau membuat kerjinan dari sampah anorganik seperti plastik, kaleng dan sebagainya.

Prinsip 3-R tersebut dapat dikembangkan menjadi 4-R (dengan tambahan “R” keempat “Replace” (mengganti) mulai dari sumbernya, atau 5-R dengan “R” kelima “Replant” (menanam kembali)

2. Pemilahan atau Pemisahan sampah berdasarkan jenis sampah

Berdasakan jenisnya sampah terbagi menjadi dua, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang dapat diurai oleh hewan mikro organisme, contohnya adalah sampah sisa makanan, sayur mayur serta sampah yang mudah membusuk lainnya. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat diurai oleh bakteri atau hewan mikro organisme, contohnya: plastik, botol kaca, kaleng dan semacamnya.

Idealnya, setiap rumah tangga memiliki tiga keranjang sampah untuk tiga jenis sampah yang berbeda. Satu untuk sampah kering (an-organik), satu untuk bekas makanan, dan satu lagi untuk sisa-sisa tanaman/rumput.
diposkan oleh: Admin
artikel Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dibuat pada jam: 22.34

Kamis, 15 November 2012

Agar Rumah Tetap Nyaman

Fungsi rumah sebagai tempat tinggal menjadikan kesehatan rumah sebagai suatu keharusan untuk selalu dijaga agar rumah tetap nyaman untuk ditempati.

Berikut adalah beberapa tips agar kesehatan dan kenyamanan rumah tetap terjaga:

1. Agar rumah sehat, hal pertama yang harus diperhatikan adalah adanya Sirkulasi Udara dan Cahaya yang cukup. Kondisi rumah yang selalu dalam kondisi tertutup akan membuat udara dalam rumah pengap dan lembab, sehingga bakteri-bakteri yang ada akan dapat terus berkembang.
Biasakanlah untuk membuka jendela lebar-lebar setiap pagi. Jendela berfungsi sebagai pintu masuk cahaya dan udara. Dengan Sirkulasi udara yang maksimal dan pencahayaan alami dari sinar matahari yang masuk melalui jendela bisa membuat bakteri-bakteri yang ada di dalam rumah mati dan akan membuat kondisi rumah tidak pengap dan udara menjadi segar.
Selain itu bisa juga dengan menanam pohon peneduh atau tanaman hias di halaman rumah anda. Selain untuk mempercantik rumah, hal ini akan membantu memproduksi O2 dan menyerap CO2 sehingga rumah menjadi lebih segar.

2. Teratur membersihkan rumah setiap hari. Dengan menyapu, mengepel dan membersihkan debu akan menjadikan kebersihan rumah tetap terjaga dan meminimalisir berkembangnya kuman yang menempel pada lantai atau perabotan rumah lainnya.

3. Biasakan untuk selalu mengembalikan dan meletakkan kembali barang yang telah kita gunakan ke tempat asalnya agar isi rumah tetap rapi dan teratur.

4. Selalu mencuci peralatan memasak dan piring sesegera mungkin setelah memasak atau makan untuk menghindari sisa makanan yang bisa dihinggapi lalat atau semut.

5. Mengganti seprei serta menjemur kasur secara teratur di bawah terik matahari untuk mencegah bakteri yang menempel pada kasur dan membuat tidur lebih nyaman.

6. Rutin membersihkan kamar mandi dengan menguras bak dan menyikat lantai kamar mandi serta toilet. Juga agar kamar mandi tidak terlalu lembab, berikan ventilasi atau gunakanlah exhaust fan sebagai penyedot udara pengap di kamar mandi.

7. Buanglah sampah setiap hari ke tempat sampah utama. Biasanya selain di luar rumah, kita juga menyediakan tempat sampah di dalam rumah, menumpuknya sampah di tempat sampah dalam rumah bisa menimbulkan bau tidak sedap dan mengundang serangga dan bakteri masuk.
diposkan oleh: Admin
artikel Agar Rumah Tetap Nyaman dibuat pada jam: 15.29

Bahan Pembersih Alami

Kebersihan rumah merupakan hal penting yang harus selalu dijaga agar setiap penghuni rumah tetap merasa nyaman tinggal di dalam rumah. Bagaimana jadinya seandainya kita tinggal di rumah yang kotor? Tentunya bau tidak enak akan kita hirup setiap kita masuk ke dalam rumah, dan yang lebih bahayanya lagi adalah dengan banyakya sampah berserakan tentunya akan banyak sumber penyakit yang setiap saat bisa menyerang setiap penghuni rumah.

Sekarang ini sudah banyak tersedia produk-produk pembersih seperti pembersih lantai, pembersih toilet, pewangi ruangan dan lainnya yang dengan mudah bisa kita dapatkan. Namun, alangkah bijaksananya apabila kita juga memperhatikan efek yang bisa timbul dari penggunaan pembersih tersebut. Kita pasti tidak mau melihat anggota keluarga kita batuk-batuk dan sesak napas karena alergi terhadap bahan kimia dari pembersih atau pewangi ruangan yang kita gunakan

Adalah pilihan bagi kita untuk memilih pembersih yang kita gunakan, apakah pembersih yang berisi bahan kimia yang membahayakan atau pembersih alami yang tentunya aman kita gunakan?

Bersih itu memang suatu keharusan, tapi ada hal lain yang juga harus kita perhatikan yaitu meminimalisir efek yang ditimbulkan dari penggunaan pembersih atau pewangi ruangan.

Berikut adalah beberapa contoh pembersih alami yang aman bagi kesehatan:

1. Cuka.
bisa digunakan untuk membersihkan lemari es, meja dan peralatan lainnya, sebagai pelembut kain untuk pakaian, atau juga untuk penghilang bau. Cuka juga efektif untuk membunuh berbagai jenis jamur dan sejumlah bakteri, termasuk E. coli. Kegunaan lain cuka adalah dapat digunakan untuk berkebun karena membantu untuk membunuh gulma.

2. Jus lemon
digunakan untuk membersihkan peralatan rumah dan kamar mandi. Cara penggunaannya dengan mengoleskan jus lemon murni lalu membasuhnya dengan kain basah hangat. Jus lemon terbukti dapat mengangkat kotoran alami yang bersifat antimikroba.

3. Baking soda.
dengan harga murah, baking soda sangat berguna untuk membersihkan peralatan rumah tangga juga lantai/ubin kamar mandi. Cara penggunaannya dengan menggosoknya ke bagian yang kotor.
Baking soda juga dapat digunakan sebagai penawar bau ketika ditempatkan di dalam lemari es, rak sepatu, sampah dll.

4. Saus tartar
Dengan mencampurkannya dengan air dan cuka putih, saus tartar dapat digunakan untuk membersihkan noda.

5. Borax
Bahan ini dapat menyerap dan menghilangkan bau tak sedap, juga dapat digunakan sebagai pembersih peralatan rumah tangga yang berminyak.

6. Minyak esensial murni.
dapat digunakan untuk membantu membasmi kuman dengan aroma alami yang menyegarkan.

Itulah tadi beberapa bahan pembersih alami yang tidak hanya membersihkan, tapi juga aman digunakan dan ramah lingkungan.

diposkan oleh: Admin
artikel Bahan Pembersih Alami dibuat pada jam: 01.12